baca postingannya dan jangan lupa tinggalkan komentar anda..

Cara mengembalikan Taskmanager yang terdisable

Regedit sangatlah penting dalam sistem komputer, karena semua perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) teregister atau tercatat di sana. Karena merupakan fasilitas yang sangat penting dalam sistem operasi windows sehingga para pembuat virus pun menyerang langsung pada registry ini. Saya pernah posting artikel tentang mengembalikan folder options, task manager, Menu Run pada Start Menu windows, dan semuanya itu dapat di perbaiki di dalam regedit editor.

Nah bagaimana kalau regedit itu sendiri yang di-disable oleh virus, bagaimana cara mengembalikannya sehingga kita bisa memperbaiki permasalahan lainnya seperti folder options yang hilang atau tidak ada di windows explorer, Menu Run yang tidak ada di start menu, atau pun Task Manager yang tidak berfungsi.

Nah cara untuk mengembalikan Regedit yang rusak/hilang/terdisable, Task Manager yang terdisable, Folder Options yang hilang dan mengembalikan Menu Run dapat anda baca di sini di Belajar Ilmu Komputer.

Saya belum membuat script sendiri untuk memperbaiki regedit itu sendiri tapi ada website yang menyediakan fasilitas untuk memperbaiki regedit maupun task manager, untuk download silahkan brows di www.taskmanagerfix.com atau bisa langsung diklik disini, nama software tersebut adalah registry fix v1.0 untuk mengembalikan regedit dan task managaer fix untuk memperbaiki task manager yang dapat di download gratis langsung.

Setelah download langsung saja jalankan dan klik OK, dan hasilnya dapat anda lihat sendiri.
Sebagai saran agar bersihkan virus di komputer anda terlebih dahulu sebelum melakukan perbaikan regedit, task manager, folder options ataupun masalah komputer lainnya yang diakibatkan oleh serangan virus.



Setting SSH di Linux

Sebelumnya…. apa itu SSH?
SSH adalah suatu shell yang digunakan untuk meremote server. SSH juga “menjalin” koneksi yang terenskripsi, sehingga tidak (terlalu) mudah untuk disadap orang lain.

1.Proses Instalasi SSH Server pada Linux Ubuntu,masukkan DVD Repository
$ sudo apt-get install ssh

2.Meremote dari komputer lain yang sudah ada ssh-nya
$ ssh username@ip_addressnya_komputer_yang_ingin_di-remote (username adalah user lokal yang sudah didaftarkan pada komputer yang akan kita remote)
Contoh: ssh reez@192.168.0.200This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

3.Mencopy file dari komputer remote ke komputer lokal
$ scp -r username@ip_addressnya_komputer_yang_di-remote:/alamat_file_yang_ingin_di-copy
Contoh: scp -r reez@192.168.0.200This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it :/home/reez/fileuntukdicopy.txt

4.Mencopy file dari komputer lokal ke komputer remote$ scp -r localfile.txt username@ip_addressnya_komputer_yang_di-remote:/home/username/

5.Bagaimana membatasi user untuk menggunakan SSH

Cara sederhananya adalah:
- Backup file konfigurasi ssh, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak menyenangkan
$ sudo cp /etc/ssh/sshd_config /etc/ssh/sshd_config.backup
- Edit file konfigurasi ssh servernya
$ gksudo gedit /etc/ssh/sshd_config
- Ganti parameter PermitRootLogin dari yes ke no
- Tambahkan parameter AllowUsers dan user tertentu yang diberikan hak akses (dipisahkan spasi)
- Untuk tidak memperbolehkan semua user terkoneksi tambahkan nosuchuserhere sesudah AllowUsers

Dapat juga menggunakan denyhosts untuk mengatur siapa saja yang boleh mengakses komputer menggunakan SSH

Untuk me-remote komputer ini dari komputer ber-OS Windows dapat menggunakan program Putty
Untuk meng-copy file dari komputer yang di-remote dari mesin Windows dapat menggunakan program FileZilla

Selamat menikmati SSH!

sumber : ordinareez




Jenis-jenis virus komputer

Dalam pemakaian komputer, seringkali kita tidak menyadari bahwa ada program yang dapat mengganggu kerja dari sistem komputer. Itu yang dinamakan virus komputer.
Biasanya kita hanya bilang, “Wah komputerku jadi lemot, kenapa ya…”
Lha iki kepriye?, biasanya teman kita akan mengatakan, “Instal ulang aja, pasti beres…”

Heeahhh…Beres dari Hongkong bagian mana tuh???!
Nah agar tidak sering menginstal ulang kita dapat melakukan pencegahan. tentu saja sebelumnya kita harus tahu jenis virus yang menyerang komputer kita.

Jenis-jenis Virus komputer :

1. Virus Compiler,
Virus yang sudah di compile sehingga dapat dieksekusi langsung. Ini adalah virus yang pertama kali muncul di dunia komputer, dan mengalami perkembangan pesat sekarang. Virs pertama ini sangatlah sulit dibasmi karena dibuat dengan bahasa rendah, assembler. Memang bahasa ini cocok untuk membuat virus namun sangatlah susah menggunakannya. Keunggulan dari virus ini adalah mampu melakukan hampir seluruh manipulasi yang mana hal ini tidak selalu dapat dilakukan oleh virus jenis lain karena lebih terbatas.

2. Virus File,
adalah virus yang memanfaatkan file yang dapat diijalankan/dieksekusi secara langsung. Biasanya file *.EXE atau *.COM. Tapi bisa juga menginfeksi file *.SYS, *.DRV, *.BIN, *.OVL dan *.OVY. Jenis Virus ini dapat berpindah dari satu media ke semua jenis media penyimpanan dan menyebar dalam sebuah jaringan.

Virus yang dalam bekerja memanfaatkan file data/program. Secara kasar dapat dikelompokkan sebagai berikut:

* Virus File Overwrite

Virus ini akan menempelkan / menindih seluruh bagian programnya di awal file sehingga bagian asli file akan hilang digantikan dengan program virus

* Virus File non Overwrite

Virus jenis ini menempel pada file, namun tidak akan merusak file program yang diserangnya. Prinsip kerjannya mirip dengan virus overwrite hanya saja ia tidak akan menindih file asli, tapi menempelkan dirinya di awal file dan menggeser kedudukan file asli sehingga ukuran file asli akan berubah

* Virus File New File (Worm)

Virus yang dalam menggandakan dirinya tidak menempel pada file, tapi membuat copy programnya sendiri dengan criteria tertentu. Jenis ketiga ini sebetulnya tidak murni virus, karena tidak menempel dan menginfeksi program


3. Virus Sistem,
atau lebih dikenal sebagai virus Boot. Kenapa begitu karena virus ini memanfaatkan file-file yang dipakai untuk membuat suatu sistem komputer. Sering terdapat di disket/tempat penyimpanan tanpa sepengetahuan kita. Saat akan menggunakan komputer(restart), maka virus ini akan menginfeksi Master Boot Sector dan System Boot Sector jika disket yang terinfeksi ada di drive disket/tempat penyimpanan.

4. Virus Boot Sector,
virus yang memanfaatkan hubungan antar komputer dan tempat penyimpanan untuk penyebaran virus.Apabila pada boot sector terdapat suatu program yang mampu menyebarkan diri dan mampu tinggal di memory selama komputer bekerja, maka program tersebut dapat disebut virus. Virus boot sector terbagi dua yaitu virus yang menyerang disket dan virus yang menyerang disket dan tabel partisi.

5. Virus Dropper,
suatu program yang dimodifikasi untuk menginstal sebuah virus komputer yang menjadi target serangan. setelah terinstal, maka virus akan menyebar tetapi Dropper tidak ikut menyebar. Dropper bisa berupa nama file seperti Readme.exe atau melalui Command.com yang menjadi aktif ketika program berjalan. Satu program Dropper bisa terdapat beberapa jenis Virus.


6. Virus Script/Batch,
awalnya virus ini terkenal dengan nama virus batch seperti yang dulu terdapat di file batch yang ada di DOS.Virus script biasanya sering didapat dari Internet karena kelebihannya yang fleksibel dan bisa berjalan pada saat kita bermain internet, virus jenis ini biasanya menumpang pada file HTML (Hype Text Markup Language) dibuat dengan menggunakan fasilitas script seperti Javascript, VBscript,4 maupun gabungan antara script yang mengaktifkan program Active-X dari Microsoft Internet Explorer.

7. Virus Macro,
virus yang dibuat dengan memanfaatkan fasilitas pemrograman modular pada suatu program aplikasi seperti Ms Word, Ms Excel, Corel WordPerfect dan sebagainya. Walaupun virus ini terdapat didalam aplikasi tertentu tetapi bahaya yang ditimbulkan tidak kalah berbahanya dari virus-virus yang lain.

8. Virus Polymorphic,
dapat dikatakan virus cerdas karena virus dapat mengubah strukturnya setelah melaksanakan tugas sehingga sulit dideteksi oleh Antivirus.

9. Virus Stealth,
virus ini menggunakan cara cerdik, yakni dengan memodifikasi struktur file untuk meyembunyikan kode program tambahan di dalamnya. Kode ini memungkinkan virus ini dapat menyembunyika diri. Semua jenis virus lain juga memanfaatkan kode ini. Ukuran-ukuran file tidak berubah setelah virus menginfeksi file.

10. Virus Companion,
virus jenis ini mencari file *.EXE untuk membuat sebuah file *.COM dan menyalin untuk meletakkan virus. Alasannya, file *.COM berjalan sebelum file *.EXE.

11. Worm,
ini adalah sebuah program yang bersifat parasit karena dapat menduplikasi diri. Akan tetapi, worm tidak menyerupai virus karena tidak menginfeksi program komputer lainnya. Oleh karena itu, Worm tidak digolongkan ke dalam virus. Mainframe adalah jenis komputer yang sering diserang Worm. Penyebarannya pada komputer lainnya melalui jaringan. Dalam perkembangannya Worm mengalami “mutasi genetik” sehingga selain membuat suatu file baru, ia pun akan berusaha menempelkan dirinya sendiri ke suatu file, ini biasa disebut virus Hybrid.

12. Virus Hybrid,
virus ini merupakan virus yang mempunyai dua kemampuan biasanya dapat masuk ke boot sector dan juga dapat masuk ke file. Salah satu contoh virus ini adalah virus Mystic yang dibuat di Indonesia.

13. Trojan horse,
disebut juga kuda troya. Trojan Horse tidak menyebar seperti yang lain. Karena itu, Trojan Horse tidak tergolong virus walaupun karakteristiknya sama. Trojan menginfeksi komputer melalui file yang kelihatannya tidak berbahaya dan biasanya justru tampaknya melakukan sesuatu yang berguna. Namun akhirnya virus menjadi berbahaya, misalnya melakukan format hardisk.

Dan masih banyak lagi virus-virus komputer sob...Namun ketigabelas virus-virus diatas yang paling populer.

sumber : http://ditzsite24.freeweb-hosting.info/

Membuat Antivirus di Flashdisk

Salam BLOGGER !!!

Ayo kasih antivirus di Flashdisk kita!!!

Tanpa banyak basa basi, kali ini saya mau posting cara Membuat Anti Virus di Flash disk.

Berikut caranya :

1. Kita sebaiknya menggunakan anti virus portable, kan banyak tuh. Seperti ANSAV or PCMAV misalnya.

2. Copy script di bawah lalu paste di notepad dengan nama autorun.inf

|[AutoRun] |

|open=namaantivirus.exe |

|shellexecute=namaantivirus.exe |

|shell\Scan_Dulu_!!!\command=namaantivirus.exe |

|shell=Scan_Dulu_!!! |

| |

|-----------------------------------------------------------------------------|

3. Lanjut

Skarang tinggal copy aja anti virus yang mau di gunakan ke dalam Flash Disk kita.

Mau Scan Virus tinggal Double Klik aja di drive Flash Disk, kalau Klik kanan akan ada Kata – kata yang tadi muncul (Scan_Dulu_!!!) .

4. Selesai

Kita sudah bisa Membuat anti virus jalan di Flash Disk.

Ada lagi nih.Untuk membuat file anti virus dan autorun.inf nya jadi super hidden, kita bisa gunakan command prompt. Caranya :

- Buka RUN

- Ketik cmd

- Masuk ke Drive Flash Disk kita ( Misalnya F: )

- Trus ketik F:>attrib +h +s nama antivirus.exe (untuk nama antivirus),
F:>attrib +h +s autorun.inf (untuk nama file tadi)

selesai dah........

sumber : r3w4.blogspot.com



Agar menarik, coba arahkan mouse komputer anda pada tulian di dalam gambar di samping! bagus tidak? kemarin lusa ada yang minta di buatkan tutorial tentang bagaimana membuat widget label / kategori dalam bentuk animasi flash seperti gambar di samping. Widget tersebut biasa di gunakan oleh pengguna mesin wordpress, namun jika anda sebagai pengguna mesin blogger ingin memasang widget tersebut, anda bisa melakukannya. Terima kasih untuk amanda yang telah membuat widget ini bisa di pasang di blogger.

Anda tertarik juga untuk memasang widget ini? berikut adalah

langkah-langkahnya :

1. Login ke blogger dengan ID anda.
2. Klik Tata Letak.
3. KLik tab Edit HTML.
4. Klik tulisan Download Template Lengkap. silahkan backup dulu templatenya biar aman.
5.Cari kode yang mirip dengan kode di bawah ini :



6. Copy lalu paste kode di bawah ini di bawah kode yang tadi ;







<object type="application/x-shockwave-flash" data="http://halotemplates.s3.amazonaws.com/wp-cumulus-example/tagcloud.swf" width="250" height="200" allowscriptaccess="always" >
<param name="movie" value="http://halotemplates.s3.amazonaws.com/wp-cumulus-example/tagcloud.swf" />
<param name="bgcolor" value="#ffffff" />
<param name="flashvars" value="tcolor=0x000000&mode=tags&distr=true&tspeed=100&tagcloud=<tags>



7. Klik tombol SIMPA TEMPLATE
8. Selesai.



Seharusnya dengan langkah di atas, anda sudah mempunyai sebuah label atau kategori dalam bentuk animasi flash. Akan tetapi agar lebih pas dengan template yang anda gunakan, ada beberapa yang bisa di ubah pada kode di atas, misal :

Untuk mengubah lebar widget :

width="250"

Nilai “250” adalah lebar widget sebesar 250 pixel. Nilai ini bisa anda ganti sesuai kebutuhan, misal : 300


Untuk mengubah tinggi widget :

height="200"

Nilai “200” adalah tinggi widget sebesar 200 pixel. Nilai ini bisa anda ganti sesuai kebutuhan, misal : 250



Untuk mengubah warna background ":



Tulisan “ffffff” adalah kode warna untuk putih, jika anda ingin mengubahnya, gantilah kode warna tersebut dengan kode warna yang anda inginkan. Contoh : kode warna untuk hitam adalah “000000”.


Untuk mengubah warna tulisan ":


Definisi seperti itu sangat penting bagi bagian jaringan. Mereka mempengaruhi beban kerja masing-masing orang, dan biaya layanan jaringan untuk perusahaan. Semakin besar tanggung jawab staf jaringan, semakin besar biaya resource. Bayangkan sebuah restoran yang dimiliki dan dioperasikan oleh satu individu. Satu orang ini bertanggung jawab untuk semua tugas, termasuk memasak, melayani, mencuci piring, dan membayar tagihan. Biasa, sumber daya manusia restoran tersebut relatif rendah, tetapi kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang terbatas sampai pemilik mempekerjakan juru masak, pelayan, dan akuntan. Sekarang setelah tanggung jawab dibagi, restoran dapat melayani lebih banyak orang dengan lebih efisien. Tentu saja, akibatnya biaya resource meningkat seiring adanya pertumbuhan dan ekspansi.

Seperti yang ditunjukkan pada contoh restoran, pekerjaan support jaringan bisa meliputi semua aspek jaringan atau dibatasi pada komponen tertentu saja. Tanggung jawab ini perlu ditentukan dan dilaksanakan pada tiap-tiap bagian. Kunci untuk memahami hubungan ini adalah bahwa membuat area tanggung jawab terlalu besar bisa memperbesar resource, tetapi membuat area tanggung jawab terlalu kecil membuatnya sulit untuk mengatasi masalah pada jaringan secara efektif.

Biaya Jaringan
Administrasi jaringan meliputi banyak tanggung jawab, termasuk analisis biaya. Ini berarti tidak hanya biaya desain dan implementasi jaringan, tetapi juga biaya pemeliharaan, upgrade, dan monitoring jaringan. Menentukan biaya instalasi jaringan bukanlah tugas yang sulit bagi sebagian besar administrator jaringan. Daftar perangkat dan harga sudah tersedia; biaya tenaga kerja dapat dihitung menggunakan rating tetap. Sayangnya, biaya pembangunan jaringan hanyalah permulaan saja.

Berikut adalah beberapa faktor biaya lain yang harus dipertimbangkan: pertumbuhan jaringan; pelatihan teknisi dan user; dan penggunaan software. Biaya-biaya ini jauh lebih sulit diperkirakan dibanding biaya membangun jaringan. Administrator jaringan harus bisa melihat historis tren dan pertumbuhan perusahaan untuk memperkirakan biaya pertumbuhan jaringan. Seorang manajer harus melihat software dan hardware baru untuk menentukan apakah perusahaan akan mengimplementasikan mereka dan kapan, termasuk
pelatihan para staf untuk mendukung teknologi baru tersebut.

Biaya peralatan untuk operasional yang kritis juga perlu dimasukkan ke dalam biaya pemeliharaan jaringan. Bayangkan, bisnis berbasis Internet yang menggunakan satu router untuk terhubung ke Internet. Jika router tersebut tidak berfungsi, perusahaan Anda tidak dapat melakukan kegiatan sampai router diganti. Ini bisa menyebabkan perusahaan menderita jutaan rupiah karena kehilangan penjualan. Administrator jaringan yang bijaksana akan menyimpan router cadangan untuk memperkecil waktu downtime perusahaan.

Laporan Kesalahan
Seperti yang telah disebutkan, manajemen jaringan yang efektif memerlukan dokumentasi yang lengkap, oleh karena itu jika timbul suatu masalah perlu dibuat laporan kesalahan. Laporan ini digunakan untuk mengumpulkan informasi dasar yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan menentukan masalah, dan juga memberi cara dalam memantau kemajuan dan solusi akhir dari masalah tersebut. Laporan kesalahan memberikan pertimbangan kepada manajemen dalam mempekerjakan staf baru, membeli perangkat, dan memberi pelatihan tambahan. Laporan ini juga memberikan solusi untuk masalah yang sama yang telah dipecahkan.

Mengapa Jaringan Perlu Dimonitor?
Meskipun ada banyak alasan untuk memonitor jaringan, dua alasan utama adalah memperkirakan perubahan untuk masa depan dan mendeteksi perubahan yang tak terduga pada jaringan. Perubahan yang tak terduga bisa meliputi hal seperti router atau switch yang tidak berfungsi, hacker mencoba mendapatkan akses ke jaringan, atau kesalahan jalur komunikasi. Tanpa kemampuan untuk memonitor jaringan, administrator hanya dapat bereaksi terhadap masalah pada waktu mereka muncul, bukannya lebih dulu mencegah masalah supaya tidak terjadi.

Memonitoring Wide Area Network menggunakan banyak cara yang sama seperti pada Local Area Network. Salah satu perbedaan utama antara WAN dan LAN adalah penempatan fisik peralatan. Penempatan dan penggunaan tool monitoring menjadi sangat penting bagi operasional Wide Area Network yang tidak boleh terganggu.

Troubleshooting Jaringan
Permasalahan terjadi! Bahkan ketika jaringan dimonitor, perangkat dapat diandalkan, dan user berhati-hati, ada saja hal yang bermasalah. Pertama dan paling penting adalah menggunakan jurnal rancang-bangun Anda dan membuat catatan. Pembuatan catatan bisa
memberikan cara yang jelas dalam mendiagnosis masalah. Ia bisa memberitahu apa yang telah Anda coba dan bagaimana pengaruhnya terhadap masalah. Ini bisa sangat berharga bagi troubleshooter sehingga usaha yang dilakukan sebelumnya tidak akan diulang lagi.

Membuat catatan juga sangat berharga jika masalah diberikan kepada teknisi lain supaya mereka tidak melakukan kembali semua pekerjaan yang sudah dilakukan. Salinan catatan harus disertakan bersama solusi masalah pada waktu trouble ticket diselesaikan. Ini bisa menjadi referensi untuk masalah serupa yang mungkin terjadi sehubungan dengan masalah tersebut.

Elemen penting lain dari troubleshooting adalah penamaan (labeling). Beri label semuanya, termasuk kedua ujung kabel. Label tersebut tidak hanya meliputi nama kabel, tetapi juga di mana ujung yang lain berada dan penggunaan kabel, misalnya, untuk suara, data atau video.

Pada waktu troubleshotting, label seperti ini bisa lebih berharga dibanding catatan pemasangan kabel karena label berada bersama dengan unit dan tidak tersimpan dalam laci di suatu tempat. Bersama dengan label kabel, pemberian label masing-masing port pada hub, switch, atau router berikut lokasi, keperluan, dan titik koneksi akan sangat mempermudah sehingga masalah bisa diatasi.

Semua komponen lain yang dihubungkan ke jaringan juga harus diberi label seperti lokasi dan keperluan mereka. Dengan label semacam ini, semua komponen bisa dicari dan keperluan mereka pada jaringan bisa diketahui dengan mudah. Penggunaan label bersama dokumentasi jaringan akan memberi gambaran lengkap tentang jaringan dan hubungannya.

Satu hal penting lain yang perlu diingat bahwa dokumentasi hanya berguna jika berisi informasi terbaru. Semua perubahan yang dilakukan ke jaringan harus dicatat pada perangkat atau kabel yang diubah serta dokumentasi yang digunakan untuk menggambarkan jaringan keseluruhan.

DOKUMENTASI JARINGAN
Komponen pertama dan paling penting untuk jaringan yang baik adalah dokumentasi. Dokumentasi paling sering dibicarakan dan paling sedikit dilakukan dalam jaringan. Dokumentasi mewakili ingatan administrator jaringan. Ia berisi jurnal rancang-bangun Anda, tetapi tidak berhenti sampai di situ. Dokumentasi juga meliputi: diagram yang menunjukkan jalur fisik layout kabel, jenis kabel, panjang masing-masing kabel, jenis terminasi kabel, lokasi fisik masing-masing panel dinding atau patch panel, dan model penamaan (labeling) supaya masing-masing kabel bisa diidentifikasi dengan mudah.

Layout MDF dan IDF
Dokumen ini berisi layout fisik dan logical dari Main Distribution Facility dan semua Intermediate Distribution Facilities pada jaringan. Ini meliputi layout fisik susunan rak, perlengkapan pendukung, server, label patch panel untuk mengidentifikasi terminasi kabel, rincian identifikasi, dan konfigurasi semua perangkat ada.

Konfigurasi Server dan Workstation
Rincian konfigurasi server dan workstation dibuat untuk masing-masing host yang terhubung ke jaringan. Informasi pada dokumen ini distandardisasi dan berisi hal-hal, seperti pembuatan dan model komputer, nomor seri, drive floppy, harddisk, drive DVD/CD-ROM, kartu suara dan jaringan, jumlah RAM, dan rincian fisik lainnya dari komputer. Dokumen ini juga meliputi rincian konfigurasi komputer, konfigurasi IRQ, DMA dan Base Memory dari kartu peripheral. Terakhir, dokumen berisi lokasi fisik, user, dan identitas jaringan (alamat IP, MAC address, subnet, topologi) dari komputer itu.

Daftar Software
Daftar software berisi software standar dan khusus yang digunakan masing-masing mesin pada jaringan, dan rincian konfigurasi instalasi standar pada masing-masing paket software. Daftar ini juga meliputi operating system dan aplikasi.

Catatan Maintenance
Penting juga untuk menyimpan catatan semua perbaikan yang dilakukan pada perlengkapan yang dimasukkan ke dalam jaringan. Ini akan membantu administrator untuk memperkirakan masalah yang mungkin terjadi dengan hardware dan software pada masa yang akan datang.

Langkah Pengamanan
Dokumen ini tidak hanya meliputi pengamanan “lunak”, seperti hak user, password, dan firewall, tetapi juga pengamanan fisik. Pengamanan fisik atau keras meliputi hal sederhana, seperti mengidentifikasi bagaimana MDF dan IDF dikunci, siapa yang mempunyai akses ke ruangan tersebut dan mengapa, bagaimana host dilindungi (kabel pengaman—alarm), dan siapa yang mempunyai akses fisik ke sistem.

User Policy
User policy merupakan dokumen yang bisa jadi paling penting dan bermanfaat bagi administrator jaringan. Mereka berisi bagaimana user berhubungan dengan jaringan. Policy tersebut meliputi apa yang boleh dan apa yang tidak dibolehkan pada jaringan. Juga harus disertakan apa nanti konsekuensi bagi user yang melanggar.

Aspek lain dari user policy meliputi user ID dan panjang password minimum yang diharuskan, dan aturan untuk isi password. User policy perlu dibuat bersama manajemen perusahaan supaya policy tersebut bisa diterima dan dilaksanakan. Sebagai administrator jaringan, sedapat mungkin buat jaringan yang paling aman dan fungsional bagi perusahaan. Namun, pastikan policy jaringan tidak bertentangan dengan kebijakan perusahaan atau membatasi para user dalam mengakses resource yang diperlukan.

Informasi yang dicatat pada dokumen yang disebutkan menciptakan dokumentasi jaringan untuk sistem Anda. Dokumentasi ini akan membuat maintenance dan upgrade jaringan menjadi lebih teratur. Dokumentasi ini akan memberikan titik awal kepada administrator untuk kembali jika upgrade mengalami masalah atau jika perlu memulihkan jaringan yang tidak berfungsi.

Satu poin terakhir tentang dokumentasi jaringan adalah bahwa dokumentasi perlu diperbarui secara kontinyu dengan upgrade dan perubahan konfigurasi jaringan terbaru. Jika tidak dilakukan, dokumentasi tidak akan mempunyai hubungan yang kuat dengan implementasi jaringan yang sedang digunakan.

Tips sederhana mengatasi keylogger

Keylogger adalah sebuah software atau program yang berjalan secara sembunyi-sembunyi (tidak terlihat dengan mata) pada komputer tertentu guna merekam setiap kegiatan yang menggunakan keyboard sebagai media input data. Jadi setiap huruf (caracter) atau angka yang ditekan pada keyboard secara otomatis direkam oleh keylogger atau bahkan tidak hanya merekam melainkan meneruskan hasil rekaman tersebut ke orang lain melalui jaringan internet.

Dengan adanya keylogger pada komputer tentu mengisyaratkan kepada kita bahwa harus lebih berhati-hati karena semua tindakan kita pada keyboard akan direkam oleh keylogger. Tidak masalah apabila kita mengetikan sesuatu yang tidak penting akan tetapi bagaimana kalau kita melakukan transaksi di internet pada komputer tersebut ? tentu semua data tentang kita akan terekam dengan mudah oleh keylogger, seperti nama, password, pin dan lain-lain yang berhubungan dengan transaksi.

Keylogger ini sering dipasang pada komputer-komputer yang digunakan secara bersama-sama seperti warnet, laboratorium komputer dan lain. Oleh karena itu berhati-hatilah terhadap komputer yang sering digunakan bersama untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan seperti keylogger.

Untuk mengatasi masalah keylogger sebaiknya ikuti sedikit tips sederhana berikut ini.

* Gunakan software pendeteksi keylogger yang menurut anda cukup baik, namun perlu diingat bahwa di dunia internet tidak ada yang aman 100% jadi jangan berharap terlalu banyak dengan software pendeteksi keylogger ataupun software antivirus tertentu.
* Gantilah password anda secara periodik untuk menghindari penjiblakan password serta user name untuk transaksi penting anda di internet.
* Gunakan komputer yang tidak digunakan oleh banyak orang seperti warnet, lab komputer, tempat kerja karena memungkinkan untuk ditempatkannya keylogger untuk merekam data-data kita.
* Gantilah password anda setelah menggunakan password tersebut pada komputer yang sering digunakan banyak orang, namun jangan mengganti password anda pada komputer yang sama.
* Mengakali penulisan password pada aplikasi lain kemudian gunakan copy paste sehingga tidak terdeteksi oleh keylogger karena keylogger hanya merekam semua aksi pada keyboard akan tetapi tidak dengan pergerakan mouse. Namun bisa juga terjadi apabila keylogger menggunakan screen shot untuk mengambil gambar pada saat kita mengetikan data kita.

Hati-hatilah selalu dan ingat !!! Tidak ada yang aman 100% di dunia internet, secanggih apapun antivirus tidak akan bisa mengatasi virus-virus baru, begitu juga dengan software yang mengatakan mampu mengatasi keylogger.

Ciri komputer yang terinfeksi virus

Jika komputer anda berjalan lebih lambat dari biasanya, atau hilangnya menu Run dan menu search, kemungkinan komputer anda sedang terjangkit virus. Langkah antisipasi awal yang biasa dan sering kita lakukan adalah dengan mengupdate anti virusdan segera mungkin untuk melakukan scanning komputer tersebut untuk membersihkan virus tersebut.

Itu semua adalah sebagian ciri-ciri atau tanda khusus sebuah komputer yang terjangkit virus. Masih banyk tanda yang lain yang menunjukkan komputer telah terjangkit virus diantaranya:
1. CTRL+ALT+DEL digunakan untuk merebot komputer. Kadang-kadang diperlukan ketika komputer kita 'Hang'dan tidak bisa bekerja lagi. Ini adalah langkah terakhir dan bagus untuk dicoba ketika masalah dikomputerkita sudah tidak bisa diselesaikan.
2. Regedit dan MDCONFIG di disabled
3. Folder asli pada komputer anda disembunyikan dan diganti dengan file virus

4. Menu tools->Folder optiondi windows explorer hilang
5. Komputer sering berhenti atau tidak merespon

6. Komputer tiba-tiba restart atau crash dan ini terjadi beberapa menit sekali.
7. Aplikasi komputer tidak berjalan dengan semestinya dan sering error.
8. Muncul file dengan icon folder tetapi mempunyai file type exe
9. Hardisk atau disk drive tidak bissa diakses
10.Aktivitas print tidak bisa bekerja dengan semestinya
11.Sering terjadi pesan error yang aneh dan tidak biasanya
12.Sering terlihat menu atau dialog box yang rusak
13.Terdapat duplikasi nama folder di dalam folder tersebut
14.Komputer selalu mengeluarkan pesan dari mana virus ini berasal.

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).
Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.

Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan.
Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
1.Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
2.Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
3.Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.
OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.

OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni sebagai berikut:

Keterangan :
1.Physical layer
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
2.Data-link layer
Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
3.Network layer
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
4.Transport layer
Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
5.Session layer
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
6.Presentation layer
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
7.Application layer
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

Cara kerja virus komputer menurut jenisnya

Virus merupakan suatu program komputer yang memiliki kemampuan untuk merusak file atau merusak sistem komputer. Virus memiliki berbagai jenis dan mempunyai cara kerja yang berbeda-beda.
Berikut jenis jenis virus dan cara kerja yang berbeda-beda:
1. Virus file
Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi aplikasi atau dokumen yang ada dalam komputer anda. Saat aplikasi yang terinfeksi tersebut dijalankan, maka virus ini akan menyebar dengan cara menginfeksi semua file atau dokumen yang diakses oleh aplikasi tersebut.
2. Virus Boot sektor
Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi boot sektor hardisk (boot sektor merupakan sebuah daerah dalam hardisk yang pertama kali di akses aat komputer pertama kali dihidupkan). Jika virus boot sektor ini aktif, pengguna tidak akan bisa membooting komputernya secara normal

3. Virus E-mail
Virus ini punya cara kerja yaitu menyebar melalui e-mail(biasanya dalam bentuk file lampiran ). Virus ini punya ciri khuusus berupa ekstensi .scr, .exe, .pif, atau .bat.Apabila virus ini aktif, maka dia akan mengirimkan dirinya sendiri ke bernagai alamat e-mail yang terdapat dalam buku alamat pengguna.
Virus ini punya cara kerja yaitu bmenginfeksi file-file komputer sekaligus boot ektor pada hardisk. Virus jenis ini akan menimbulkan banyak masalah karena menyebabkan kerusakakn yang fatal.
4. Virus multipartite
Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi file-file komputer sekaligus boot sector pada harddisk.Virus jenis ini akan menimbulkan banyak masalah karena menyebabkan kerusakan yang fatal.
5. Virus Polimorfis
Virus ini mempunyai cara kerja yang unik yaitu virus ini dapat mengubah dirinya(berganti wujud) saat menynebarkan diri ke komputer lain.Virus jenis lebih sulit dideteksi karenas mempunyai sifat seperti itu.
6. Virus siluman
Virus ini mempunyai cara kerja yaitu dia mampu menyembunyikan dirinya dengan cara membuat sebuah file yang terinfeksi seolah-olah file tersebut tidak terinfeksi.
6. Virus makro
virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi aplikasi microsoft office, seperti word dan exel.Biasanya dokumen yang terinfeksi oleh virus makro akan memodifikasi perintah yang ada di microsoft office seperti perintah'Save" untuk menyebabkan dirinya saat perintah tersebut dijalankan.
Adnan Majesty
DAFTAR PENGUNJUNG
link to online mba website